RSS Feeds untuk Berita Resmi Statistik http://www.whqhjjw.com/pressrelease.html Upah Nominal Harian Buruh Tani Nasional Oktober 2021 Naik Sebesar 0,08 Persen http://www.whqhjjw.com/pressrelease/2021/11/15/1840/upah-nominal-harian-buruh-tani-nasional-oktober-2021-naik-sebesar-0-08-persen.html Mon, 15 Nov 2021 00:00:00 +0700
  • Upah nominal buruh/pekerja adalah rata-rata upah harian yang diterima buruh sebagai balas jasa pekerjaan yang telah dilakukan.

  • Upah riil buruh/pekerja menggambarkan daya beli dari pendapatan/upah yang diterima buruh/pekerja.

  • Upah riil buruh tani adalah perbandingan antara upah nominal buruh tani dengan indeks konsumsi rumah tangga perdesaan, sedangkan upah riil buruh bangunan adalah perbandingan upah nominal buruh bangunan terhadap indeks harga konsumen perkotaan. 

  • Upah nominal harian buruh tani nasional pada Oktober 2021 naik sebesar 0,08 persen dibanding upah buruh tani September 2021, yaitu dari Rp56.962,00 menjadi Rp57.009,00 per hari. Sementara itu, upah riil buruh tani mengalami penurunan sebesar 0,01 persen. 

  • Upah nominal harian buruh bangunan (tukang bukan mandor) pada Oktober 2021 naik 0,07 persen dibanding September 2021, yaitu dari Rp91.226,00 menjadi Rp91.290,00 per hari. Sementara upah riil mengalami penurunan sebesar 0,05 persen. 

  • ]]>
    Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia tahun 2021 mencapai 72,29, meningkat 0,35 poin (0,49 persen) dibandingkan capaian tahun sebelumnya (71,94) http://www.whqhjjw.com/pressrelease/2021/11/15/1846/indeks-pembangunan-manusia--ipm--indonesia-tahun-2021-mencapai-72-29--meningkat-0-35-poin--0-49-persen--dibandingkan-capaian-tahun-sebelumnya--71-94-.html Mon, 15 Nov 2021 00:00:00 +0700
  • Selama 2010–2021, IPM Indonesia rata-rata meningkat sebesar 0,76 persen
  • Peningkatan IPM 2021 terjadi pada semua dimensi, baik umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, dan standar hidup layak.
  • Hal ini berbeda dengan peningkatan IPM 2020 yang hanya didukung oleh peningkatan pada dimensi umur panjang dan hidup sehat dan dimensi pengetahuan, sedangkan dimensi standar hidup layak mengalami penurunan. Pada 2021, dimensi hidup layak yang diukur berdasarkan rata-rata pengeluaran riil per kapita (yang disesuaikan) meningkat 1,30 persen.
  • Pada dimensi pendidikan, penduduk berusia 7 tahun memiliki harapan lama sekolah (dapat menjalani pendidikan formal) selama 13,08 tahun, atau hampir setara dengan lamanya waktu untuk menamatkan pendidikan hingga setingkat Diploma I. Angka ini meningkat 0,10 tahun dibandingkan tahun 2020 yang mencapai 12,98 tahun. Sementara itu, rata-rata lama sekolah penduduk umur 25 tahun ke atas meningkat 0,06 tahun, dari 8,48 tahun menjadi 8,54 tahun pada tahun 2021.
  • Pada dimensi umur panjang dan hidup sehat, bayi yang lahir pada tahun 2021 memiliki harapan untuk dapat hidup hingga 71,57 tahun, lebih lama 0,10 tahun dibandingkan dengan mereka yang lahir pada tahun sebelumnya.
  • ]]>
    Ekspor Oktober 2021 Mencapai US$22,03 Miliar dan Impor Oktober 2021 Senilai US$16,29 Miliar. http://www.whqhjjw.com/pressrelease/2021/11/15/1828/ekspor-oktober-2021-mencapai-us-22-03-miliar-dan-impor-oktober-2021-senilai-us-16-29-miliar-.html Mon, 15 Nov 2021 00:00:00 +0700 EKSPOR :
    • Nilai ekspor Indonesia Oktober 2021 mencapai US$22,03 miliar atau naik 6,89 persen dibanding ekspor September 2021. Dibanding Oktober 2020 nilai ekspor naik sebesar 53,35 persen.
    • Ekspor nonmigas Oktober 2021 mencapai US$21,00 miliar, naik 6,75 persen dibanding September 2021, dan naik 52,75 persen dibanding ekspor nonmigas Oktober 2020.
    • Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–Oktober 2021 mencapai US$186,32 miliar atau naik 41,80 persen dibanding periode yang sama tahun 2020. Demikian juga ekspor nonmigas mencapai US$176,47 miliar atau naik 41,26 persen.
    • Peningkatan terbesar ekspor nonmigas Oktober 2021 terhadap September 2021 terjadi pada komoditas bahan bakar mineral sebesar US$823,3 juta (26,59 persen), sedangkan penurunan terbesar terjadi pada mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya sebesar US$105,5 juta (10,04 persen).
    • Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari–Oktober 2021 naik 35,53 persen dibanding periode yang sama tahun 2020, demikian juga ekspor hasil pertanian naik 5,17 persen dan ekspor hasil tambang dan lainnya naik 87,70 persen.
    • Ekspor nonmigas Oktober 2021 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$5,93 miliar, disusul Amerika Serikat US$2,34 miliar dan Jepang US$1,41 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 46,10 persen. Sementara ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa (27 negara) masing-masing sebesar US$3,55 miliar dan US$1,54 miliar.
    • Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–Oktober 2021 berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$27,60 miliar (14,82 persen), diikuti Kalimantan Timur US$19,03 miliar (10,21 persen) dan Jawa Timur US$18,76 miliar (10,07 persen) .
    IMPOR:
    • Nilai impor Indonesia Oktober 2021 mencapai US$16,29 miliar, naik 0,36 persen dibandingkan September 2021 atau naik 51,06 persen dibandingkan Oktober 2020.
    • Impor migas Oktober 2021 senilai US$1,90 miliar, naik 1,68 persen dibandingkan September 2021 atau naik 75,94 persen dibandingkan Oktober 2020.
    • Impor nonmigas Oktober 2021 senilai US$14,39 miliar, naik 0,19 persen dibandingkan September 2021 atau naik 48,29 persen dibandingkan Oktober 2020.
    • Peningkatan impor golongan barang nonmigas terbesar Oktober 2021 dibandingkan September 2021 adalah besi dan baja US$181,7 juta (18,36 persen). Sedangkan penurunan terbesar adalah produk farmasi US$163,2 juta (34,17 persen).
    • Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari–Oktober 2021 adalah Tiongkok US$43,72 miliar (32,06 persen), Jepang US$11,79 miliar (8,65 persen), dan Thailand US$7,32 miliar (5,36 persen). Impor nonmigas dari ASEAN US$23,72 miliar (17,39 persen) dan Uni Eropa US$8,68 miliar (6,37 persen).
    • Menurut golongan penggunaan barang, nilai impor Januari–Oktober 2021 terhadap periode yang sama tahun sebelumnya terjadi peningkatan pada barang konsumsi US$4.052,0 juta (34,81 persen), bahan baku/penolong US$33.336,5 juta (39,64 persen), dan barang modal US$3.654,8 juta (19,50 persen).
    • Neraca perdagangan Indonesia Oktober 2021 mengalami surplus US$5,73 miliar terutama berasal dari sektor nonmigas US$6,60 miliar. Sedangkan di sektor migas terjadi defisit US$0,87 miliar.
    ]]>
    Ekonomi Indonesia Triwulan III 2021 Tumbuh 3,51 Persen (y-on-y) http://www.whqhjjw.com/pressrelease/2021/11/05/1814/ekonomi-indonesia-triwulan-iii-2021-tumbuh-3-51-persen--y-on-y-.html Fri, 05 Nov 2021 00:00:00 +0700
    • Perekonomian Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku triwulan III-2021 mencapai Rp4.325,4 triliun atau atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp2.815,9 triliun.
    • Ekonomi Indonesia triwulan III-2021 terhadap triwulan sebelumnya mengalami pertumbuhan sebesar 1,55 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 16,10 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 9,28 persen.
    • Ekonomi Indonesia triwulan III-2021 terhadap triwulan III-2020 mengalami pertumbuhan sebesar 3,51 persen (y-on-y). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 14,06 persen. Dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 29,16 persen.
    • Sampai dengan triwulan III-2021, ekonomi Indonesia mengalami pertumbuhan sebesar 3,24 persen (c-to-c). Dari sisi produksi, pertumbuhan terbesar terjadi pada Lapangan Usaha Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 9,81 persen. Sementara dari sisi pengeluaran semua komponen tumbuh, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 22,23 persen.
    • Pertumbuhan ekonomi (y-on-y) pada triwulan III-2021 mengalami peningkatan di hampir seluruh wilayah, kecuali kelompok di Pulau Bali dan Nusa Tenggara yang mengalami kontraksi pertumbuhan 0,09 persen. Namun, Pulau Jawa dengan kontribusi sebesar 57,55 persen mencatat pertumbuhan sebesar 3,03 persen.
    ]]>
    [REVISI per 09/11/2021] Agustus 2021: Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 6,49 persen http://www.whqhjjw.com/pressrelease/2021/11/05/1816/-revisi-per-09-11-2021--agustus-2021--tingkat-pengangguran-terbuka--tpt--sebesar-6-49-persen.html Fri, 05 Nov 2021 00:00:00 +0700 ? Jumlah angkatan kerja pada Agustus 2021 sebanyak 140,15 juta orang, naik 1,93 juta orang dibanding Agustus 2020. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) naik sebesar 0,03 persen poin.
    ? Penduduk yang bekerja sebanyak 131,05 juta orang, naik sebanyak 2,60 juta orang dari Agustus 2020. Lapangan pekerjaan yang mengalami peningkatan persentase terbesar adalah Sektor Industri Pengolahan (0,65 persen poin). Sementara lapangan pekerjaan yang mengalami penurunan terbesar yaitu Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (1,43 persen poin).
    ? Sebanyak 77,91 juta orang (59,45 persen) bekerja pada kegiatan informal, turun 1,02 persen poin dibanding Agustus 2020.
    ? Persentase pekerja paruh waktu naik sebesar 1,03 persen poin, sementara persentase setengah pengangguran turun 1,48 persen poin dibandingkan Agustus 2020.
    ? Jumlah pekerja komuter pada Agustus 2021 sebanyak 7,34 juta orang, naik sebesar 330 ribu orang dibanding Agustus 2020.
    ? Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Agustus 2021 sebesar 6,49 persen, turun 0,58 persen poin dibandingkan dengan Agustus 2020.
    ? Terdapat 21,32 juta orang (10,32 persen penduduk usia kerja) yang terdampak COVID-19. Terdiri dari pengangguran karena COVID-19 (1,82 juta orang), Bukan Angkatan Kerja (BAK) karena COVID-19 (700 ribu orang), sementara tidak bekerja karena COVID-19 (1,39 juta orang), dan penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja karena COVID-19 (17,41 juta orang).
    ]]>
    Inflasi terjadi pada Oktober 2021 sebesar 0,12 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Sampit sebesar 2,06 persen. http://www.whqhjjw.com/pressrelease/2021/11/01/1769/inflasi-terjadi-pada-oktober-2021-sebesar-0-12-persen--inflasi-tertinggi-terjadi-di-sampit-sebesar-2-06-persen-.html Mon, 01 Nov 2021 00:00:00 +0700
    • Pada Oktober 2021 terjadi inflasi sebesar 0,12 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,66. Dari 90 kota IHK, 68 kota mengalami inflasi dan 22 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Sampit sebesar 2,06 persen dengan IHK sebesar 109,30 dan terendah terjadi di Banyuwangi dan Sumenep masing-masing sebesar 0,02 persen dengan IHK masing-masing sebesar 104,64 dan 106,21. Sementara deflasi tertinggi terjadi di Kendari sebesar 0,70 persen dengan IHK sebesar 107,98 dan terendah terjadi di Bengkulu sebesar 0,02 persen dengan IHK sebesar 105,89.
    • Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,10 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,15 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,08 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,13 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,06 persen; kelompok transportasi sebesar 0,33 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,04 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,04 persen; kelompok pendidikan sebesar 0,02 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,12 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,02 persen.
    • Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Oktober) 2021 sebesar 0,93 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Oktober 2021 terhadap Oktober 2020) sebesar 1,66 persen.
    • Komponen inti pada Oktober 2021 mengalami inflasi sebesar 0,07 persen. Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari–Oktober) 2021 sebesar 1,23 persen dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Oktober 2021 terhadap Oktober 2020) sebesar 1,33 persen.
    ]]>
    Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia pada September 2021 mencapai 126,51 ribu kunjungan. Sementara TPK hotel klasifikasi bintang mencapai 36,64 persen. http://www.whqhjjw.com/pressrelease/2021/11/01/1805/jumlah-kunjungan-wisman-ke-indonesia-pada-september-2021-mencapai-126-51-ribu-kunjungan--sementara-tpk-hotel-klasifikasi-bintang-mencapai-36-64-persen-.html Mon, 01 Nov 2021 00:00:00 +0700 Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia pada September 2021 mencapai 126,51 ribu kunjungan. Sementara TPK hotel klasifikasi bintang mencapai 36,64 persen.
    • Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia pada September 2021 mencapai 126,51 ribu kunjungan; turun sebesar 15,08 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan pada September 2020. Namun jika dibandingkan dengan Agustus 2021, jumlah kunjungan wisman pada September 2021 mengalami kenaikan sebesar 1,41 persen.
    • Dari Januari hingga September 2021, jumlah wisman yang berkunjung ke Indonesia mencapai 1,19 juta kunjungan, turun sebesar 67,00 persen jika dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun 2020.
    • Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada September 2021 mencapai 36,64 persen, naik sebesar 4,52 poin dibandingkan dengan TPK September 2020. TPK September 2021 juga mengalami peningkatan cukup tinggi, yaitu sebesar 11,57 poin jika dibandingkan dengan TPK bulan sebelumnya.
    • Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel klasifikasi bintang selama September 2021 tercatat sebesar 1,59 hari; turun sebesar 0,14 poin dibandingkan dengan rata-rata lama menginap pada pada September 2020.
    Jumlah penumpang angkutan udara domestik pada September 2021 naik 84,04 persen.
    • Jumlah penumpang angkutan udara domestik yang diberangkatkan pada September 2021 sebanyak 2,0 juta orang atau naik 84,04 persen dibanding Agustus 2021. Jumlah penumpang tujuan luar negeri (internasional) naik 7,62 persen menjadi 48,0 ribu orang. Selama Januari–September 2021, jumlah penumpang domestik sebanyak 19,7 juta orang atau turun 16,50 persen, dan jumlah penumpang internasional sebanyak 404,6 ribu orang atau turun 88,49 persen dibanding periode yang sama tahun 2020.
    • Jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang diberangkatkan pada September 2021 tercatat 1,2 juta orang atau naik 11,29 persen dibanding Agustus 2021. Jumlah barang yang diangkut naik 0,23 persen menjadi 25,9 juta ton. Selama Januari–September 2021 jumlah penumpang mencapai 11,1 juta orang atau naik 4,44 persen dibanding dengan periode yang sama tahun 2020, sedangkan jumlah barang yang diangkut naik 5,93 persen atau mencapai 233,8 juta ton.
    • Jumlah penumpang kereta api yang berangkat pada September 2021 sebanyak 9,6 juta orang atau naik 46,83 persen dibanding Agustus 2021. Serupa dengan jumlah penumpang, jumlah barang yang diangkut kereta api mengalami peningkatan 2,48 persen menjadi 4,8 juta ton. Selama Januari–September 2021 jumlah penumpang mencapai 103,8 juta orang atau turun 29,39 persen dibanding periode yang sama tahun 2020. Hal berbeda untuk jumlah barang yang diangkut kereta api naik 8,95 persen menjadi 39,1 juta ton.
    ]]>
    Harga Produsen Mengalami Inflasi 1,87 Persen di Triwulan III-2021 http://www.whqhjjw.com/pressrelease/2021/11/01/1810/harga-produsen-mengalami-inflasi-1-87-persen-di-triwulan-iii-2021.html Mon, 01 Nov 2021 00:00:00 +0700 ? Indeks Harga Produsen (IHP) gabungan tiga sektor (Sektor Pertanian, Pertambangan dan Penggalian, dan Industri Pengolahan) pada triwulan III2021 naik 1,87 persen terhadap triwulan II-2021 (q-to-q) dan naik 7,26 persen terhadap triwulan III-2020 (y-on-y).
    ? IHP Sektor Pertanian triwulan III-2021 naik 1,00 persen terhadap triwulan II-2021 (q-to-q) dan naik 4,69 persen terhadap triwulan III-2020 (y-on-y).
    ? IHP Sektor Pertambangan dan Penggalian triwulan III-2021 naik 12,78 persen dibandingkan triwulan II-2021 (q-to-q) dan naik 47,76 persen terhadap triwulan III-2020 (y-on-y).
    ? IHP Sektor Industri Pengolahan triwulan III-2021 naik 0,43 persen terhadap triwulan II-2021 (q-to-q) dan naik 3,05 persen terhadap triwulan III-2020 (y-on-y).
    ? IHP Sektor Pengadaan Listrik dan Gas triwulan III-2021 naik 0,03 persen dibandingkan dengan triwulan II-2021 (q-to-q) dan terhadap triwulan III2020 (y-on-y) turun 0,09 persen.
    ? IHP Sektor Pengelolaan Air triwulan III-2021 naik 0,42 persen jika dibandingkan dengan triwulan II-2021 (q-to-q) dan naik 1,27 persen terhadap triwulan III-2020 (y-on-y).
    ? IHP Sektor Angkutan Penumpang triwulan III-2021 turun 0,40 persen terhadap triwulan II-2021 (q-to-q) dan terhadap triwulan III-2020 (y-on-y) naik 1,57 persen.
    ? IHP Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makanan Minuman triwulan III2021 naik 0,14 persen terhadap triwulan II-2021 (q-to-q) dan naik 0,69 persen terhadap triwulan III-2020 (y-on-y).
    ? IHP Sektor Jasa Pendidikan triwulan III-2021 naik 2,07 persen terhadap triwulan II-2021 (q-to-q) sedangkan terhadap triwulan III-2020 (y-on-y) naik 3,08 persen.
    ? IHP Sektor Jasa Kesehatan triwulan III-2021 naik 1,05 persen terhadap triwulan II-2021 (q-to-q) dan naik 1,95 persen terhadap triwulan III-2020 (y-on-y).
    ]]>
    制服丝袜同性中文字幕_制服丝袜一区第36页_制服丝袜在线播放